Raja Salman Mengundang 1000 Jemaah Umrah dengan Biaya Sendiri

25 Juni 2026
Raja Salman Mengundang 1000 Jemaah Umrah dengan Biaya Sendiri

Raja Salman telah menyetujui program penerimaan seribu jemaah dari seluruh dunia untuk melaksanakan umrah dalam rangka inisiatif "Tamu Penjaga Dua Tanah Suci". Kelompok pertama yang terdiri dari 250 orang beriman akan tiba dari 16 negara Asia.

Inisiatif Kerajaan yang Besar dalam Keramahan

Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud telah menetapkan program penerimaan 1000 jemaah pria dan wanita dari berbagai penjuru dunia untuk melaksanakan umrah dengan biaya negara. Inisiatif ini dilaksanakan dalam kerangka program "Tamu Penjaga Dua Tanah Suci" dan akan dilaksanakan oleh Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan. Program ini dibagi menjadi empat tahap dan akan dilaksanakan selama setahun menurut kalender Islam tahun 1448 Hijriah. Pendekatan ini menekankan komitmen kerajaan untuk melayani Islam dan umat Muslim di seluruh dunia.

Gelombang Pertama Jemaah dari Asia

Kelompok pertama program ini mencakup 250 orang beriman dari 16 negara Asia: Indonesia, Timor Leste, Filipina, Malaysia, Kamboja, Thailand, Vietnam, Myanmar, Laos, Singapura, China, Jepang, Korea, Hong Kong, Taiwan, dan Mongolia. Pemilihan wilayah Asia mencerminkan keinginan untuk memperkuat hubungan antara komunitas Muslim dari berbagai benua. Jemaah akan menerima dukungan penuh dan bantuan dalam persiapan perjalanan dan selama pelaksanaan ibadah suci.

Memperkuat Persaudaraan Bangsa-Bangsa Muslim

Menteri Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan Sheikh Abdulatif Al-Sheikh mengungkapkan rasa terima kasih kepada raja dan putra mahkota atas perhatian mereka yang tiada henti terhadap pelayanan Islam dan umat Muslim. Menurutnya, inisiatif ini mencerminkan komitmen kepemimpinan Arab Saudi untuk memperkuat hubungan persaudaraan antara bangsa-bangsa Muslim. Program ini juga menekankan misi kemanusiaan dan religius kerajaan dalam membangun jembatan dialog dengan para ahli agama, ilmuwan, dan pemimpin berpengaruh komunitas Muslim di seluruh dunia.

Makna Praktis untuk Ibadah Haji

Inisiatif semacam ini memudahkan akses umat beriman ke tempat-tempat suci dan memungkinkan mereka untuk menjalani perjalanan spiritual dengan ketenangan dan keyakinan. Program ini menunjukkan bagaimana pendekatan modern dalam organisasi ibadah haji dapat dipadukan dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam. Bagi jemaah, ini bukan sekadar perjalanan, tetapi kesempatan untuk berpartisipasi dalam program yang menyatukan umat beriman dari berbagai negara dan budaya dalam tujuan bersama untuk penyempurnaan spiritual dan penguatan hubungan internasional dalam komunitas Islam.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Siapa yang dapat berpartisipasi dalam program "Tamu Penjaga Dua Tanah Suci"?

Program ini dapat diikuti oleh umat Muslim dari kedua jenis kelamin dari seluruh dunia. Gelombang pertama mencakup jemaah dari 16 negara Asia. Seleksi peserta dilakukan oleh Kementerian Urusan Islam dengan dukungan organisasi keagamaan setempat.

Biaya apa saja yang ditanggung oleh kerajaan?

Program ini mencakup pendanaan penuh untuk perjalanan jemaah oleh negara. Ini termasuk pengaturan transportasi, akomodasi, dan dukungan selama pelaksanaan umrah, memastikan jemaah dapat melakukan ibadah dengan tenang dan aman.

Berapa banyak tahap yang ada dalam program ini dan berapa total peserta?

Program ini dibagi menjadi empat tahap, di mana 1000 jemaah akan diundang. Tahap pertama mencakup 250 orang beriman dari negara-negara Asia, sementara tahap-tahap berikutnya akan dilaksanakan selama setahun menurut kalender Islam.