Juli di Arab Saudi: bulan terpanas dalam setahun

25 Juni 2026
Juli di Arab Saudi: bulan terpanas dalam setahun

Analisis 40 tahun data meteorologi menunjukkan bahwa Juli adalah puncak musim panas di Arab Saudi dengan suhu rata-rata 33,1°C dan maksimum 40,3°C. Di provinsi timur, suhu melebihi 44°C.

Apa yang dikatakan 40 tahun data iklim

Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi telah menganalisis pola cuaca Juli dari 1985 hingga 2025. Hasilnya menunjukkan tren yang konsisten: Juli tetap menjadi bulan terpanas di kerajaan selama empat dekade. Suhu rata-rata adalah 33,1°C, sedangkan suhu maksimum rata-rata adalah 40,3°C. Pada saat yang sama, curah hujan rata-rata hanya 3,34 mm, yang menekankan kekeringan periode tersebut. Data ini didasarkan pada basis iklim 1991–2020 dan memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang diharapkan selama periode musim panas.

Penyebaran geografis panas di berbagai wilayah

Suhu di bulan Juli tidak terdistribusi secara merata di seluruh wilayah negara. Angka tertinggi tercatat di Provinsi Timur dan daerah pusat Arab Saudi, di mana suhu maksimum melebihi 44°C. Kondisi ekstrem terutama terjadi di kota-kota seperti Al-Ahsa, Rafha, dan Dammam. Wilayah yang paling sejuk adalah daerah pegunungan barat daya: Asir, Al-Baha, dan Taif, di mana suhu jauh lebih rendah dari rata-rata kerajaan. Diferensiasi geografis ini penting untuk memahami kondisi iklim di berbagai bagian negara.

Rekor suhu ekstrem

Sejarah pengamatan mencatat rekor suhu yang mencengangkan. Pada tahun 2017, suhu maksimum rata-rata Juli tercatat tertinggi dalam dekade terakhir — 42,01°C, sedangkan pada tahun 2022 angkanya lebih rendah: 39,66°C. Rekor absolut bahkan lebih ekstrem: Al-Ahsa mencapai 51,3°C (12 Juli 2024), Rafha — 51,1°C (30 Juli 2020), Dammam — 50,8°C (12 Juli 2024). Al-Ahsa memegang rekor menyedihkan untuk jumlah hari dengan suhu di atas 45°C — rata-rata 24 hari di bulan Juli.

Curah hujan dan kelembapan: perbedaan regional

Meski secara umum Juli kering, curah hujan di kerajaan terdistribusi sangat tidak merata. Sebagian besar hujan terkonsentrasi di daerah pegunungan barat daya dan selatan — Asir, Jazan, dan Al-Baha. Stasiun pemantauan di Khamis Mushait mencatat jumlah curah hujan rata-rata tertinggi di bulan Juli: 22,5 mm, diikuti oleh Abha dengan 22,0 mm dan Jazan dengan 16,4 mm. Di daerah pusat, utara, dan timur kerajaan, curah hujan hampir tidak ada di bulan Juli, yang memperburuk kekeringan musim dan memerlukan perhatian khusus terhadap hidrasi dan perlindungan dari sinar matahari.

Persiapan untuk perjalanan musim panas

Bagi para pelancong dan peziarah yang merencanakan kunjungan ke Arab Saudi di bulan Juli, sangat penting untuk memahami realitas iklim. Penting untuk menggunakan tingkat perlindungan matahari yang tinggi (SPF 50+), mengenakan pakaian ringan dan bernapas dengan warna cerah, serta topi. Minumlah cukup air — dalam kondisi seperti ini disarankan 3–4 liter per hari. Rencanakan aktivitas di pagi hari atau sore hari, menghindari jam-jam puncak sinar matahari dari pukul 11:00 hingga 16:00. Sangat penting untuk memperhatikan kesehatan diri dan segera mencari bantuan jika ada tanda-tanda serangan panas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Bulan apa yang paling panas di Arab Saudi?

Juli adalah bulan terpanas di kerajaan menurut data meteorologi selama 40 tahun. Suhu maksimum rata-rata adalah 40,3°C, dan di beberapa wilayah melebihi 50°C.

Wilayah mana di Arab Saudi yang paling panas di bulan Juli?

Provinsi Timur dan daerah pusat negara adalah yang terpanas. Al-Ahsa, Rafha, dan Dammam secara teratur mencatat suhu di atas 50°C, sementara daerah pegunungan Asir dan Al-Baha jauh lebih sejuk.

Apakah hujan turun di Arab Saudi pada bulan Juli?

Juli adalah bulan kering. Curah hujan utama terkonsentrasi hanya di daerah pegunungan barat daya (Asir, Jazan, Al-Baha), di mana curah hujan mencapai 16–22 mm. Di daerah lain, hampir tidak ada curah hujan.