Ied al-Adha di Dua Masjid Suci: kesatuan spiritual jutaan

28 Mei 2026
Ied al-Adha di Dua Masjid Suci: kesatuan spiritual jutaan

Pada hari pertama Ied al-Adha, ratusan ribu umat beriman berkumpul di Masjid Suci Mekah dan Masjid Nabi di Madinah untuk melakukan doa bersama, yang dipenuhi dengan spiritualitas dan pengabdian kepada iman.

Doa di Masjid Suci Mekah

Pada pagi Rabu, Masjid Suci di Mekah menerima sejumlah besar jemaah dan umat beriman dari seluruh dunia. Di antara mereka adalah orang-orang yang datang dari seluruh penjuru bumi untuk menunaikan haji, serta penduduk Arab Saudi. Doa dipimpin oleh imam dan khatib Masjid Suci, Sheikh Bandar Balila. Dalam khotbahnya, ia menyerukan umat beriman untuk berbakti, tulus dalam ibadah, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui amal yang baik. Sheikh menekankan pentingnya menjalankan ritual haji sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad, menyoroti nilai-nilai kasih sayang, kesederhanaan, dan kemudahan yang menjadi ciri hukum Islam dalam hal ibadah haji.

Perayaan di Masjid Nabi di Madinah

Di Masjid Nabi di Madinah juga berkumpul komunitas besar umat beriman untuk melaksanakan doa Ied al-Adha. Khotbah disampaikan oleh imam dan khatib Masjid Nabi, Sheikh Ahmed al-Hudaifi. Ia mengucapkan selamat kepada umat Muslim atas hari raya dan mengangkat doa untuk penerimaan amal baik mereka. Sheikh menekankan bahwa Ied al-Adha adalah kesempatan untuk memperkuat ikatan cinta, persatuan, dan solidaritas di antara umat Muslim, menyerukan kerjasama dalam kebaikan. Ia juga sangat menghargai perhatian Arab Saudi terhadap Dua Masjid Suci dan upaya kepemimpinan untuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kedamaian bagi para jemaah yang menunaikan haji dan umrah.

Skala perayaan di seluruh Kerajaan

Ied al-Adha dirayakan tidak hanya di tempat-tempat suci utama Islam. Di seluruh Arab Saudi pada hari ini, doa dilaksanakan di masjid dan tempat doa. Para emir dari berbagai wilayah dan gubernur bergabung dengan jutaan orang yang melaksanakan doa perayaan. Di Riyadh, emir Pangeran Faisal bin Bandar dan wakil emir Pangeran Muhammad bin Abdulrahman melaksanakan doa di masjid Imam Turki bin Abdullah bersama dengan komunitas besar umat beriman. Peristiwa ini menegaskan makna mendalam Ied al-Adha dalam budaya dan kehidupan masyarakat Saudi.

Hari Tashrik dan refleksi tentang hari raya

Sheikh Balila menyerukan umat beriman untuk memanfaatkan Hari Tashrik dengan banyak mengingat Allah dan bersyukur. Ia juga menekankan pentingnya mendukung keluarga, membantu orang miskin dan kelompok rentan. Ied al-Adha mengingatkan umat Muslim tentang pengorbanan, ketaatan, dan kasih sayang. Ini adalah waktu ketika umat beriman mencerminkan prinsip-prinsip spiritual dalam kehidupan mereka, memperkuat hubungan keluarga, dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama. Hari raya ini berfungsi sebagai kekuatan penyatu yang melampaui batasan dan kebangsaan.

Soalan Lazim

Bilakah Ied al-Adha disambut dan mengapa ia penting?

Ied al-Adha jatuh pada hari ke-10 bulan Zulhijjah dalam kalendar Islam. Hari raya ini memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan anaknya atas perintah Allah dan merupakan salah satu hari raya yang paling signifikan dalam Islam, melambangkan ketaatan, iman, dan kasih sayang.

Apa ritual yang dilakukan semasa Ied al-Adha?

Ritual utama adalah doa bersama yang dilakukan pada waktu subuh. Setelah doa, diadakan khotbah di mana imam memberikan nasihat kepada umat beriman. Banyak umat Muslim juga melakukan pengorbanan haiwan, dagingnya dibagikan kepada keluarga, teman, dan orang-orang yang membutuhkan.

Mengapa Dua Masjid Suci memiliki makna khusus semasa haji dan Ied al-Adha?

Masjid Suci di Mekah dan Masjid Nabi di Madinah adalah pusat kehidupan spiritual umat Muslim. Semasa haji dan hari raya Ied al-Adha, mereka menjadi tempat pertemuan umat beriman dari seluruh dunia, melambangkan kesatuan ummah Islam dan kesatuan iman.