Internet Seluler di Arab Saudi: 216 Mbit/dtk dan Tempat di Top-5 G20
Arab Saudi telah masuk dalam lima besar negara G20 berdasarkan kecepatan internet seluler. Menurut laporan CST, kecepatan meningkat menjadi 216 Mbit/dtk, sementara kecepatan median 5G mencapai 320 Mbit/dtk — angka yang mencerminkan perkembangan pesat infrastruktur digital kerajaan.
Peningkatan Kecepatan yang Mengesankan dan Tempat di Antara Pemimpin
Menurut edisi kelima laporan "Saudi Internet 2025", yang diterbitkan oleh Komisi Komunikasi, Ruang Angkasa, dan Teknologi (CST), kecepatan rata-rata internet seluler di Arab Saudi telah mencapai 216 Mbit/dtk — 13 Mbit/dtk lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Prestasi ini mencerminkan pengembangan besar-besaran infrastruktur digital kerajaan dan daya saingnya di arena global. Kerajaan tidak hanya masuk dalam top-5 G20 berdasarkan indikator ini, tetapi juga terus memperkuat posisinya sebagai pemimpin teknologi di kawasan.
5G dan Internet Tetap: Standar Kualitas Baru
Teknologi 5G di Arab Saudi menunjukkan hasil yang luar biasa: kecepatan median unduhan di jaringan 5G mencapai 320 Mbit/dtk dengan latensi hanya 24 milidetik. Di sektor internet tetap juga terlihat kemajuan yang signifikan — kecepatan median unduhan meningkat menjadi 151 Mbit/dtk (dari 120,4 Mbit/dtk tahun lalu), sementara kecepatan unggahan mencapai 73 Mbit/dtk dengan latensi 8 milidetik. Angka-angka ini memberikan koneksi yang andal dan cepat untuk bekerja, bersenang-senang, dan berkomunikasi.
Konsumsi Data Melebihi Rata-Rata Global Tiga Kali Lipat
Konsumsi internet seluler rata-rata per pengguna di Arab Saudi mencapai 53 GB — sekitar tiga kali lipat lebih tinggi dari rata-rata global. Ini menunjukkan tingginya digitalisasi masyarakat dan penggunaan aktif layanan online oleh penduduk kerajaan. Total volume lalu lintas internet di negara ini mencapai 69 juta terabyte, dibagi rata antara jaringan seluler dan tetap. Dalam hal ini, internet seluler dan tetap sama-sama (masing-masing 50%) berkontribusi terhadap aktivitas digital negara.
Penyebaran Geografis dan Prestasi Infrastruktur
Analisis regional menunjukkan bahwa proporsi terbesar lalu lintas internet berasal dari Riyadh (30,6%), diikuti oleh wilayah Mekkah (20,5%) dan Provinsi Timur (16,8%). Selain itu, 67% pengguna telah beralih ke protokol IPv6, dan jumlah sistem otonom (ASN) di Arab Saudi telah mencapai hampir 200. Angka-angka ini mengonfirmasi kedewasaan dan kesiapan infrastruktur digital kerajaan untuk tantangan dan skala layanan di masa depan.
Pengakuan oleh Komunitas Internasional
Pencapaian Arab Saudi dalam bidang teknologi digital telah mendapatkan pengakuan tinggi di arena global. Pada tahun 2026, kerajaan menduduki peringkat pertama dalam Indeks Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT Development Index) global yang diterbitkan oleh Uni Telekomunikasi Internasional (ITU), mengungguli 159 ekonomi dunia. Pengakuan ini mengonfirmasi pendekatan sistematis negara dalam mengembangkan ekosistem digital dan investasi dalam infrastruktur teknologi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kecepatan internet seluler di Arab Saudi pada tahun 2025?
Menurut laporan CST, kecepatan rata-rata internet seluler adalah 216 Mbit/dtk, yang 13 Mbit/dtk lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Di jaringan 5G, kecepatan median mencapai 320 Mbit/dtk.
Bagaimana posisi Arab Saudi di antara negara-negara G20 dalam hal kecepatan internet?
Kerajaan ini termasuk dalam top-5 negara G20 berdasarkan kecepatan internet seluler. Tempat ini di antara pemimpin mencerminkan investasi negara dalam pengembangan infrastruktur digital dan modernisasi teknologi jaringan.
Berapa banyak data yang dikonsumsi rata-rata oleh satu pengguna dalam sebulan?
Konsumsi internet seluler rata-rata per pengguna di Arab Saudi adalah 53 GB — sekitar tiga kali lebih banyak daripada rata-rata global, yang menunjukkan penggunaan aktif layanan online.
