22 000 pegawai kementerian mempersiapkan haji untuk menerima jemaah
Kementerian Munisipalitas dan Perumahan Arab Saudi telah meluncurkan operasi besar-besaran untuk mempersiapkan kota-kota suci menjelang musim haji, melibatkan lebih dari 22 ribu spesialis untuk memastikan keamanan dan kenyamanan jemaah.
Empat pilar persiapan munisipal
Menteri Munisipalitas dan Perumahan Majed Al-Hogail memperkenalkan strategi komprehensif yang dibangun di atas empat arah utama. Yang pertama berfokus pada keamanan pergerakan jemaah melalui jaringan jalan, jembatan, terowongan, dan sistem drainase yang berkembang, memastikan aliran orang yang lancar dan pengelolaan kerumunan di tempat-tempat suci. Arah kedua mencakup pembersihan sanitasi 24 jam dan keamanan lingkungan dengan menggunakan lebih dari 88 ribu unit peralatan pembersihan dan 3 ribu kendaraan. Pilar ketiga mencakup inspeksi khusus kualitas makanan, air, bangunan, dan struktur, serta penanganan pelanggaran melalui solusi alternatif. Arah keempat — respons cepat terhadap masalah melalui sistem digital terintegrasi dengan 66 pusat layanan.
Integrasi dan koordinasi antar kota
Kementerian bekerja sama dengan administrasi Mekkah dan Madinah, mengoordinasikan kemampuan munisipal untuk menciptakan ruang keamanan dan kenyamanan yang terpadu. Infrastruktur mencakup jalan yang dimodernisasi, penerangan, taman, dan sistem manajemen darurat. Di Madinah, sistem operasional sendiri telah diluncurkan dengan ribuan pegawai, jaringan navigasi khusus, dan transportasi yang memudahkan pergerakan jemaah. Koordinasi semacam ini memungkinkan negara untuk merespons kebutuhan secara real-time dan mencegah situasi kritis sebelum terjadi.
Sistem keamanan dan respons inovatif
Komponen kunci dari persiapan adalah sistem respons darurat yang diluncurkan dengan menggunakan teknologi dan peralatan canggih. Kementerian telah menciptakan dua pusat perlindungan khusus untuk keadaan darurat dan mengintegrasikan platform digital untuk manajemen laporan lapangan. Lebih dari 22 ribu pegawai lapangan telah ditempatkan di wilayah untuk memberikan bantuan cepat. Sistem ini memungkinkan pengurangan waktu respons dan meningkatkan efisiensi pelayanan jemaah, memastikan keamanan dan kesejahteraan mereka selama salah satu perjalanan spiritual terpenting dalam Islam.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak staf yang terlibat dalam pelayanan jemaah?
Kementerian telah mengerahkan lebih dari 22 ribu pegawai, yang tersebar di 66 pusat layanan di Mekkah dan Madinah untuk respons cepat terhadap kebutuhan jemaah dan pengelolaan berbagai aspek keberadaan mereka.
Sistem apa yang digunakan untuk mengelola sanitasi dan kebersihan?
Sistem operasional dengan 88 ribu unit peralatan pembersihan dan 3 ribu kendaraan diterapkan, memastikan pembersihan 24 jam dan pemeliharaan standar sanitasi dan kebersihan di semua wilayah kota suci.
Bagaimana keamanan dijamin saat pergerakan jemaah dalam jumlah besar?
Kementerian telah mengembangkan jaringan jalan, jembatan, terowongan, dan sistem drainase modern yang didukung oleh sistem manajemen aliran digital. Tim inspeksi khusus dan laboratorium melakukan pemantauan harian terhadap kualitas air, makanan, dan kondisi bangunan untuk mencegah situasi kritis.
