Kelahiran Kembali Onager di Arab Saudi Setelah 100 Tahun Menghilang

1 Juni 2026
Kelahiran Kembali Onager di Arab Saudi Setelah 100 Tahun Menghilang

Di cagar alam kerajaan yang dinamai Pangeran Mohammed bin Salman, lahir onager pertama di wilayah Arab Saudi setelah lebih dari satu abad. Peristiwa ini melambangkan keberhasilan program besar untuk memulihkan spesies hewan yang terancam punah di habitat alami mereka.

Peristiwa Bersejarah di Cagar Alam Tabuk

Pada bulan Juni 2025, di cagar alam kerajaan yang dinamai Pangeran Mohammed bin Salman, terjadi peristiwa yang tidak terjadi selama lebih dari seratus tahun — lahirnya seekor jantan onager, salah satu hewan paling langka di planet ini. Pengumuman tentang kelahiran ini hanya dilakukan setahun kemudian, setelah onager muda tersebut berhasil melewati tahun pertama kehidupannya yang kritis, di mana angka kelangsungan hidup tidak melebihi 50 persen. Kelahiran ini merupakan hasil dari upaya intensif Arab Saudi dalam melestarikan alam liar dan memulihkan spesies yang telah menghilang dari gurun Jazirah Arab selama lebih dari seratus tahun.

Program Relokasi dan Pemulihan Spesies

Kelahiran onager adalah bagian dari program ambisius "Kelahiran Kembali Arab", yang diluncurkan dengan tujuan mengembalikan 23 spesies hewan yang dulunya mendiami wilayah tersebut ke habitat alami mereka. Cagar alam ini melakukan pekerjaan khusus untuk meningkatkan keragaman genetik populasi onager. Betina baru saat ini sedang menjalani karantina sebelum bergabung dengan kawanan utama yang akan datang dari Yordania. Rencana ini mencakup pembentukan dua kelompok pemuliaan terpisah untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang, keragaman genetik, dan adaptabilitas populasi terhadap kondisi lingkungan.

Kondisi Kritis Spesies dan Prospek Penyelamatan

Onager berada di ambang kepunahan. Menurut data Uni Internasional untuk Konservasi Alam, di alam liar tersisa kurang dari 600 individu spesies ini. Pada tahun 2025, status perlindungan onager ditingkatkan menjadi kategori "Terancam Punah Secara Kritis". Prediksi menunjukkan bahwa tanpa tindakan mendesak, jumlah spesies ini dapat berkurang hingga 90 persen pada tahun 2050. Kelahiran onager pertama di tanah Saudi setelah satu abad memberikan harapan bahwa hewan-hewan ini dapat diselamatkan dari kepunahan total berkat program pemulihan yang terarah dan kerjasama internasional.

Keberhasilan dan Rencana Masa Depan

Cagar alam ini mengharapkan kelahiran dua onager lagi di musim dingin mendatang, yang menunjukkan keberhasilan yang semakin meningkat dari program perlindungan spesies ini. Inisiatif ini mencerminkan pendekatan maju terhadap pelestarian lingkungan yang melampaui metode tradisional dan didasarkan pada pembentukan kemitraan nasional dan regional. Kerjasama semacam ini memungkinkan pengembangan solusi komprehensif untuk pelestarian alam liar dan pemulihan ekosistem di Jazirah Arab. Arab Saudi menunjukkan komitmennya terhadap pemulihan ekologis dengan menciptakan kondisi untuk mengembalikan spesies yang telah menghilang ke habitat historis mereka.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu onager dan mengapa ia begitu langka?

Onager (Equus hemionus) adalah keledai liar yang dulunya mendiami gurun-gurun di Jazirah Arab. Spesies ini menghilang dari wilayah tersebut lebih dari seratus tahun yang lalu akibat perburuan dan hilangnya habitat. Saat ini, di alam liar tersisa kurang dari 600 individu, dan spesies ini diklasifikasikan sebagai terancam punah secara kritis.

Apa peran cagar alam kerajaan dalam menyelamatkan onager?

Cagar alam yang dinamai Pangeran Mohammed bin Salman melaksanakan program "Kelahiran Kembali Arab" untuk memulihkan 23 spesies hewan. Lembaga ini melakukan pekerjaan pemuliaan untuk meningkatkan keragaman genetik dan berencana untuk membentuk dua kelompok pemuliaan terpisah untuk memastikan kelangsungan hidup jangka panjang spesies ini.

Kapan onager pertama lahir dan mengapa pengumuman ini tertunda?

Seekor jantan onager lahir pada bulan Juni 2025, tetapi pengumuman baru dilakukan setahun kemudian. Ini dilakukan karena tahun pertama kehidupan dianggap sebagai periode kritis untuk kelangsungan hidup, di mana angka kelangsungan hidup tidak melebihi 50 persen. Setelah berhasil melewati periode ini, maka dapat dipastikan keberhasilan program tersebut.