September di Arab Saudi: rekor iklim panas
Data dari Pusat Meteorologi Nasional menunjukkan bahwa September termasuk dalam empat bulan terpanas dalam setahun di Arab Saudi dengan suhu rata-rata 30,8°C dan maksimum 38,3°C.
Indikator iklim September di Arab Saudi
Menurut data dari Pusat Meteorologi Nasional (NCM), September menempati peringkat keempat di antara bulan-bulan terpanas dalam setahun di Arab Saudi. Suhu rata-rata adalah 30,8°C, suhu maksimum rata-rata adalah 38,3°C, dan minimum adalah 23,27°C. Angka-angka ini didasarkan pada basis iklim 1991–2020. Secara geografis, suhu tertinggi di bulan September tercatat di wilayah barat dan timur kerajaan, sementara suhu terendah tercatat di daerah pegunungan barat daya. Data ini sangat penting untuk merencanakan perjalanan dan mengorganisir aktivitas di luar ruangan pada periode tahun ini.
Panas ekstrem dan rekor suhu
Catatan sejarah menunjukkan angka yang mengesankan untuk panas ekstrem. Mekkah dan Rafha berbagi rekor suhu tertinggi di bulan September — 49,4°C. Mekkah mencapai angka ini pada 9 September 1988, sementara Rafha mencapainya pada 30 September 2019. Jeddah mencatat 49,2°C pada 16 September 2025, dan Yanbu mencapai 49°C dua kali: pada 10 September 2006 dan 7 September 2023. Selama periode 2016–2025, tahun 2023 menjadi tahun terpanas dengan suhu maksimum 39,57°C, sementara tahun 2021 relatif lebih sejuk dengan 37,92°C.
Frekuensi hari dengan panas ekstrem
Analisis rata-rata jangka panjang menunjukkan bahwa di beberapa wilayah, September ditandai dengan banyak hari dengan suhu di atas 45°C. Al-Qaisumah, Al-Hasa, dan Mekkah memimpin dengan rata-rata lima hari ketika suhu maksimum melebihi 45°C. Dammam, Madinah, Qasim, Yanbu, dan Rafha rata-rata mengalami dua hari seperti itu, sementara Wadi Al-Dawasir mengalami satu hari. Informasi ini sangat penting bagi para pelancong yang merencanakan kunjungan ke Arab Saudi pada bulan September, karena membantu mereka mempersiapkan diri dengan lebih baik untuk kondisi iklim ekstrem.
Curah hujan dan karakteristik iklim regional
September di Arab Saudi ditandai dengan curah hujan yang minimal. Hujan terkonsentrasi hanya di wilayah selatan, barat daya, dan beberapa wilayah barat kerajaan, mengecualikan zona pesisir. Rata-rata curah hujan di seluruh negara hanya 1,64 mm berdasarkan basis iklim 1991–2020. Di wilayah lainnya, curah hujan hampir tidak ada. Kondisi iklim ini menciptakan mikroklimat unik di berbagai bagian negara, yang perlu dipertimbangkan saat merencanakan aktivitas terkait ziarah dan pariwisata, terutama jika berkaitan dengan perjalanan ke kota-kota suci.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Mengapa September dianggap sebagai salah satu bulan terpanas di Arab Saudi?
September berada di akhir musim panas, ketika matahari masih tinggi di atas cakrawala, dan atmosfer masih menyimpan panas yang terakumulasi selama musim panas. Lokasi geografis Arab Saudi di zona arid memperkuat efek ini, karena kurangnya awan dan kelembapan mendukung pemanasan maksimum permukaan tanah dan udara.
Kota mana di Arab Saudi yang mengalami panas terkuat di bulan September?
Mekkah dan Rafha mencatat suhu tertinggi — 49,4°C. Jeddah, Yanbu, dan kota-kota barat serta timur lainnya juga mengalami panas ekstrem. Daerah pegunungan barat daya tetap relatif lebih sejuk berkat ketinggian yang lebih tinggi dan karakteristik geografis dari medan.
Bagaimana cara aman untuk bepergian di Arab Saudi pada bulan September?
Penting untuk minum banyak air, menghindari paparan sinar matahari pada jam-jam puncak (dari pukul 11:00 hingga 16:00), mengenakan pakaian ringan yang bernapas, dan kacamata hitam. Disarankan untuk merencanakan aktivitas di pagi hari atau sore hari, memperhatikan ramalan cuaca, dan membawa elektrolit untuk menggantikan garam saat berkeringat intensif.
